SENANDUNGJIWAKU

Kamis, 19 April 2012

 DENTING HATIKU....

Pelataran senja menyapaku kala aku tersentak akan sebuah jawab tanya dalam jiwa. Menggores perih menitikkan air mata. Ku pandang gemericik air dibatas desa yang sendu. Sekilas bayangmu menelusup perlahan dalam ingatanku.seketika kualihkan pada kuasa Mu. Sebuah panorama megah menjuntai bagai pasak yang teguh. Dihiasi hijau tanaman melambangkan keagungan. Agar ingtanku padanya beralih pada ingatanku padaMu dan juga agar kekagumanku padanya terganti dengan kekagumanku padaMu.Ku tatap lekat kumbang pada dahan bunga yang hendak layu. Bahkan mahkotanya mulai menitik satu persatu. Kupadang dan trus kupandang dan sang kumbang tetap masih bertahan.Seribu tanya mulai merajalela dalam benak kegundahanku. Berharap menjadi bunga, meski layu namun tetap ada sang kumbang yang setia menemani. Sebuah kebahagiaan dalam menyusuri hidup yang kian menantang.


Anganku mulai melambung tinggi pada mimpi dan bintang yang mulai bermunculan. Kemuning rembulan membawa pesona kecantikan nyata. Satu bintang yang paling indah ku simpan dalam harapan. Namun kelemahan dan ketidakberdayaanku membuatku terlampau sulit memetik bintang untuk ku genggam. Tapi tak apa selagi aku masih mampu menatap keindahan dan keceriaannya pada malam bersama kumpulan bintang yang berada disisinya. Melihatnya cukup bagiku mengusir sepi dan rindu. Rindu yang selalu hadir kala siang berganti malam. Kala mata tak mampu terlelap dalam pertengahan. Dan membuat kucuran air mata diantara sujud pajang disepertiga malam.


Gerimis…. Ku adukan rasa ku pada basah yang kau beri. Agar kesejukan basuhan sucimu meredam gelisah yang tengah mendera. Dan bila kau sampai kesebuah danau yang teduh, akupun ingin mengikutimu, ingin ku teduhkan jiwaku pada teduhmu. Dan jika engkau hendak menuju muara, inginku titipkan sebuah rasa pada aliran derasmu. Agar terhanyut dalam samudra luas dan terlarut bersama air laut. Hingga semuanya hilang tak tersisa dalam jiwa.

Namun jika engkau hanya berdendang dihadapku lalu terhenti sebelum kau mampu menghayutkan pedihku. Pada kesabaran aku sandarkan lara yang mendera. Pada keiklasan ku pahat rasa. Dan pada seyum ku simpan air mata. Hingga waktu berlalu dan takdir menjatuhkan satu bintang untukku tanpa ku harus tertatih menggapai sinar terang bintang di awang.

 By : Arini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar