DENTING HATIKU....
Pelataran senja menyapaku kala aku tersentak akan
sebuah jawab tanya dalam jiwa. Menggores perih menitikkan air mata. Ku pandang
gemericik air dibatas desa yang sendu. Sekilas bayangmu menelusup perlahan
dalam ingatanku.seketika kualihkan pada kuasa Mu. Sebuah panorama megah
menjuntai bagai pasak yang teguh. Dihiasi hijau tanaman melambangkan keagungan.
Agar ingtanku padanya beralih pada ingatanku padaMu dan juga agar kekagumanku
padanya terganti dengan kekagumanku padaMu.Ku tatap lekat kumbang pada dahan
bunga yang hendak layu. Bahkan mahkotanya mulai menitik satu persatu. Kupadang
dan trus kupandang dan sang kumbang tetap masih bertahan.Seribu tanya mulai
merajalela dalam benak kegundahanku. Berharap menjadi bunga, meski layu namun
tetap ada sang kumbang yang setia menemani. Sebuah kebahagiaan dalam menyusuri
hidup yang kian menantang.
Anganku mulai melambung tinggi pada mimpi
dan bintang yang mulai bermunculan. Kemuning rembulan membawa pesona kecantikan
nyata. Satu bintang yang paling indah ku simpan dalam harapan. Namun kelemahan
dan ketidakberdayaanku membuatku terlampau sulit memetik bintang untuk ku
genggam. Tapi tak apa selagi aku masih mampu menatap keindahan dan keceriaannya
pada malam bersama kumpulan bintang yang berada disisinya. Melihatnya cukup
bagiku mengusir sepi dan rindu. Rindu yang selalu hadir kala siang berganti
malam. Kala mata tak mampu terlelap dalam pertengahan. Dan membuat kucuran air
mata diantara sujud pajang disepertiga malam.
Gerimis…. Ku adukan rasa ku pada basah yang kau
beri. Agar kesejukan basuhan sucimu meredam gelisah yang tengah mendera. Dan
bila kau sampai kesebuah danau yang teduh, akupun ingin mengikutimu, ingin ku
teduhkan jiwaku pada teduhmu. Dan jika engkau hendak menuju muara, inginku
titipkan sebuah rasa pada aliran derasmu. Agar terhanyut dalam samudra luas dan
terlarut bersama air laut. Hingga semuanya hilang tak tersisa dalam jiwa.
Namun jika engkau hanya berdendang dihadapku lalu
terhenti sebelum kau mampu menghayutkan pedihku. Pada kesabaran aku sandarkan
lara yang mendera. Pada keiklasan ku pahat rasa. Dan pada seyum ku simpan air
mata. Hingga waktu berlalu dan takdir menjatuhkan satu bintang untukku tanpa ku
harus tertatih menggapai sinar terang bintang di awang.
By : Arini